“gimana mbikin game? enak?”
Wednesday, June 21st, 2006
siang itu aku di rumah ko Steven lagi programing dan ko Rocky pamit pulang lebih dulu, setelah ngobrol "ngalor-ngidul" akhirnya kita semua tiba di depan, tiba2 ko Rocky tanya : "gimana? mbikin game enak?" sambil wajahnya santai menanti jawaban, lalu aku jawab "mungkin enak, tapi harus rame-rame baru enak" lalu dijawab ko Rocky " kalau rame-rame pasti nda jadi2 hehehehe", lalu ko Steven ikut dalam pembicaraan " enak, kalau game itu ndak ada deadlinenya", singkat nya jawabannya itu: "enak tapi ndak enak juga"
aktu awalnya ak berpikiran game bisa macem2,menyenangkan, tetapi ternyata programming juga ada keterbatasan, terutama jika diberi deadline yang mencekik. Sebelumnya aku sudah berpikir kalau memang bakal begini jadinya…tapi untung hasil akhir gamenya cukup bagus,dan setelah dipikir-pikir, ternyata programing lebih susah daripada bagian visualnya, di tiap prosesnya programming harus banting otak untuk mengakali tiap elemen dalam game, atau istilah mereka di "manual" agar mempercepat proses kerja, waktu itu aku tidak setuju kalau di "manual" tapi akhirnya aku ho`oh juga, soalnya thats the only way, deadline is near already, sedangkan kerjaan DKV nya tidak terlalu susah kalau aku pikir2, walaupun jenis dan medianya jauh lebih banyak dari pihak programmingnya, yang aku buat itu…bentar… Illustrasi karakter, total kurang lebih 13-15 karakter full CG yang proses mbikinnya tidak bisa cepat, jadi pilihannya itu bagus tapi lama atau amburadul tapi cepat, 2 hasil yang dibatasi benang tipis, lalu animasi karakter (sprite) tiap karakter memiliki rata2 6 jenis gerakan yang jumlah framenya bervariasi, jadi tiap karakter memiliki kurang lebih 20-30 sprite, bagian itu tidak terlalu susah, karena aku bisa copy paste dan mengganti warna secara instant, lalu, 2 FMV depan belakang berdurasi 2 menitan rata2, beberapa aku bisa ambil dari illustrasi karakter yang CG dan sisanya aku harus mbikin gambarnya ulang, lalu map2 tiap level yang…. di bagian ini paling susah urusannya dengan programer, ada revisi bentuk file sampai 4-5x sampai benar2 bisa dipakai di gamenya, lalu sound effect2 dan lagu2, dimana butuh waktu lama padahal yang kepilih cuma beberapa, itu sound effect, yang lagu ak menyerahkan pada yang ahli, sehingga hasilnya bagus, kemudian bahan2 promosi, seperti poster, tempat cd, cdnya, poster diri, katalog,… untung aku nda jadi mbikin artbook, lalu mbikin2 clay nya,…. pusing sih ndak, tapi mahalnya amit2 >.<;, tiap media ada pusingnya sendiri2, belum mbikin bukunya yang tuebel dan habis banyak kertas, tintaku pakai yang ori, jadi tiap ganti tinta bisa menipiskan dompet dengan cukup cepat, lalu setelah semua itu selesai belum mbikin presentasi dan behind the scene ( yang ini trakhir2 baru dikasi tahu…wathaaa)…. oke itu aja yang aku ingat… back to the topics….semuanya itu memang cukup pusing di konsep, namun pada kerjanya tidak terlalu pusing, tapi capek doang >.<; sedangkan programingnya tiap step itu seperti harus memecahkan puzzle, ( ak main onimusha 3 aja puzzlenya sudah mbikin pusing ga ketolongan) hiks, singkat kata prosees panjang dan melelahkan.
cukup dengan negatifnya, sekarang positif dari game, selama mbikin game ak dipaksa untuk menggambar dalam jumlah yang besar dan banyak, ini menggambar terbanyakku sejak semester awal yang masih gila-gilanya nggambar, tapi berhubung skr lebih tertarik di advert jadi jarang nggambar lagi, nah..proses itu mbuat kita jadi lebih cepat dalam menggambar, dan menemukan beberapa teknik2 baru, dalah hal ini ialah CG making,yang aku merasa cukup ter improove selama TA ini, kemudian ak jadi mengerti dunia Informatika, ( walau cuman sebatas delphi doang huehueheu), lalu aku jadi lebih menghargai game, walaupun itu game murahan,lalu ak jadi mengerti kurang lebih tentang dunia pembuatan game 2D////tapi yang pasti, game itu dibuat dengan keringat juga……. prosesnya bahkan mungkin lebih ruwet dari game ku…… sob..jadi…nangis atau tertawa nih enaknya?